Senin, 07 April 2008

Ibu

Monday, 6.30 wib, Di atas kereta ekonomi AC Bogor-Jakarta....

Seorang muda menaiki kereta sama sama dengan aku, dia menuntun seorang ibu tua yang lemah dan tampaknya sedang sakit...mungkin karena usia. Kereta yang kami tumpangi terlihat sudah begitu penuh, tidak ada lagi kursi tersisa untuk tubuh ringkih ibu tersebut. Sambil menhan batuk, ibu tersebut berdiri,memegang lengan pemuda itu,yang baru aku tahu dia cucunya setelah aku ngobrol ma dia.

Satu stasiun terlewati, namun masih belum ada yang mempersilahkan ibu tersebut untuk duduk. Apa karena egoisme atau memang sudah ga peduli lagi akan sosial....akh aku ta tahu... Aku sendiri berpikir, namun apa dayaku karna saat itupun aku sama-sama berdiri.

Dua stasiun terlewati, masih juga belum ada yang menawari ibu itu untuk duduk...sedih.... Sambil terus batuk, ibu itu memegang erat tangan cucunya. Gejolak di hatiku mulai mengelupas,berbalut emosi yang sudah berkecamuk, aku berpikir " Sudah hilangkah rasa sosial dan menghormati yang lebih tua di bumi ini...!!!!"

Aku tak tahan lagi...ketika ibu tersebut kembali batuk-batuk lagi, menahan sesak di dadanya, akhirnya dengan kemarahan yang sudah memuncak, aku tegur salah satu lelaki muda, dengan sedikit penekanan pada kata-kataku...aku bilang
" Mas, masih kuat berdiri?badanmu masih sehat....?"
laki-laki itu balik nanya "Kenapa gt?"
"Ibu itu harus duduk di kursi itu, suka gak suka, mau gak mau...ibu itu harus duduk di kursi itu!" jawabku
Sambil ku tarik lengan ibu itu...dan aku menyuruh ibu itu duduk..
Sambil mendengus kesal, lelaki itu berdiri ( terpaksa kali ya...)
Tapi aku gak mau kalah, dengan suara keras, sehingga satu gerbong pun mendengar aku berkata
" Apa mas...kamu gak suka...kamu gak sadar apa yang telah kamu lakukan, dengan gak ikhlas begitu makin menjauhkan kamu dari surga?"
"Dia terdiam....
" Kamu tahu....surga ada di telapak kaki ibu...dia memang bukan ibu kandung kmau, tapi dia tetap seorang ibu, yang harus kamu hormati...!"
" Maaf mas...aku ga begitu respek dengan orang yang gak punya rasa hormat pada seorang ibu!!"

Lelaki lain ikut menimpali " Tapi gak seharusnya kamu menyuruh kami berdiri...kita juga bayar...!"
Aku menjwab dengan suara agak keras " Bayar?ibu ini juga bayar...atau kalo memang masih juga tidak ikhlas, silahkan, saya ganti karcis saudara, dan sialhkan bapak turun di stasiun berikut, saya ganti dengan karcis ekspress"
" Namun seenggaknya saya tahu tipe macam apa bapak dan mas in, tipe seorang anak yang gak berbakti pada ibunya...dan haram bagimu surga Allah!!"
" Dan kalian tahu, jangankan hukum Allah, hukum negara pun sudah mengatur prioritas yang harus duduk di tempat umum...atau kalian mau di sebut orang tua sementara kalianmasih muda? atau di sebut wanita hamil, sementara kalian lelaki tulen? atau di bilang dan ingin di bilang makhluk cacat,sementara kalian segar bugar?" kataku dengan keras....
Ibu itu menimpali " Gpp de, ibu masih kuat berdiri...!"
"Jangan bu, dosa bagi saya jika membiarkan ibu berdiri....ibu tenag saja, untuk hadapi orang2 seperti ini, saya juga masih sanggup!!" jawabku...
"Apa ada yang masih ingin berdebat denganku?"tantangku...

Semua terdiam, sampai akhirnya seorang bapak yang berdiri di sampingku menenangkanku....
"Sudahlah mas, mungkin mereka berpikir terlalu pendek....!"
"Iya pak....aku cuma ingat ibu saya, apa mereka ga ingat ibunya, gmana kalo yang mengalami hal itu ibunya....!!!!"

continued nanti ya....

Tidak ada komentar: