Minggu, 13 April 2008

If Tomorrow Never Comes....

Ini cerita mungkin dah sering kalian baca di internet atau dimana deh....tapi aku seneng banget....membuat aku sadar dan yakin buat utarakan perasaan daripada hanya di simpan saja....


If Tomorrow Never Comes...... Segalanya berawal ketika saya masih berumur 6 tahun.Ketika saya sedang bermain di halaman rumah saya diCalifornia, saya bertemu seorang anak laki-laki. Diaseperti anak laki2 lainnya yang menggoda saya dankemudian saya mengejarnya dan memukulnya. Setelahpertemuan pertama dimana saya memukulnya, kamiselalu bertemu dan saling memukul satu sama lain dibatas pagar itu. Tapi itu tidaklah lama. Kami selalubertemu di pagar itu dan kami selalu bersama. Sayamenceritakan semua rahasia saya. Dia sangat pendiam,dia hanya mendengarkan apa yg saya katakan. Saya menganggap dia enak diajak bicara dan sayadapat berbicara kepadanya ttg apa saja. Di sekolah, kami memiliki teman2 yang berbeda tapiketika kami pulang ke rumah, kami selalu berbicarattg apa yg terjadi di sekolah. Suatu hari, sayabercerita kepadanya ttg anak laki2 yang saya sukaitetapi telah menyakiti hati saya.. Dia menghibursaya dan mengatakan segalanya akan beres. Diamemberikan kata2 yang mendukung dan membantu sayautk melupakannya. Saya sangat bahagia danmenganggapnya sebagai teman sejati. Tetapi saya tahubahwa sesungguhnya ada yg lain dari dirinya yg sayasuka. Saya memikirkannya malam itu dan memutuskankalau itu adalah rasa persahabatan. Selama SMA dansemasa kelulusan, kami selalu bersama dan tentu sajasaya berpikir bahwa ini adalah persahabatan. Tetapijauh di lubuk hati, saya tahu bahwa ada sesuatu yanglain. Pada malam kelulusan, meskipun kami memilikipasangan sendiri2,sesungguhnya saya menginginkan bahwa sayalah yg menjadi pasangannya.
Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi kerumahnya untuk mengatakannya. Malam itu adalahkesempatan terbesar yg saya miliki tapi saya hanyaduduk di sana dan memandangi bintang bersamanya danbercakap2 tentang cita2 kami. Saya melihat kematanya dan mendengarkan ia bercerita ttg impiannya.Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Diabercerita bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dansukses. Yg dapat saya lakukan hanya menceritakanimpian saya dan duduk dekat dengan dia. Saya pulangke rumah dengan terluka krn saya tidak mengatakanperasaan saya yg sebenarnya. Saya sangat inginmengatakan bahwa saya sangat mencintainya tapi sayatakut. Saya membiarkan perasaan itu pergi danberkata kepada diri saya sendiri bahwa suatu harisaya akan mengatakan kepadanya mengenai perasaansaya. Selama di universitas, saya ingin mengatakankepadanya tetapi dia selalu bersama2 denganseseorang. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaandi New York. Saya sangat gembira untuknya, tapi padasaat yg sama saya sangat bersedih menyaksikankepergiannya. Saya sedih karena saya menyadari iapergi untuk pekerjaan besarnya. Jadi.. sayamenyimpan perasaan saya utk diri saya sendiri danmelihatnya pergi dgn pesawat. Saya menangis ketikasaya memeluknya krn saya merasa seperti ini adalahsaat terakhir. Saya pulang ke rumah malam itu danmenangis. Saya merasa terluka karena saya tidakmengatakan apa yg ada di hati saya.
Saya memperoleh pekerjaan sbg sekretaris danakhirnya menjadi seorg analis komputer. Saya sangatbangga dgn prestasi saya. Suatu hari saya menerimaundangan pernikahan. Undangan itu darinya. Sayabahagia dan sedih pada saat yang bersamaan.
Sekarang saya tahu kalau saya tak akan pernahbersamanya dan kami hanya bisa menjadi teman. Sayapergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya. Ituadalah peristiwa besar.
Saya bertemu dgn pengantin wanita dan tentu sajajuga dengannya. Sekali lagi saya merasa jatuh cinta.Tapi saya bertahan agar tidak mengacaukan apa ygseharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka.Saya mencoba bersenang2 malam itu, tapi sangatmenyakitkn hati melihat dia begitu bahagia dan sayamencoba untuk bahagia menutupi air mata kesedihan ygada di hati saya. Saya meninggalkan New York merasabahwa saya telah melakukan hal yang tepat. Sebelumsaya berangkat. . . tiba2 dia muncul dan mengucapkansalam perpisahan dan mengatakan betapa ia sangatbahagia bertemu dgn saya. Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semuayang terjadi di New York. Kehidupan saya terusberjalan. Tahun2 berlalu. . . kami saling menulissurat dan bercerita mengenai hal yg terjadi danbagaimana dia merindukan utk berbicara dgn saya.
Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalassurat saya. Saya sangat kuatir mengapa dia tidakmembalas surat saya meskipun saya telah menulis 6surat kepadanya. Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba2 sayamenerima sebuah catatan kecil mengatakan: "Temuisaya di pagar dimana kita biasa bercakap2." Sayapergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangatbahagia melihatnya, tetapi dia sedang patah hati danbersedih. Kami berpelukan sampai kami kesulitan utkbernafas. Kemudian ia menceritakan kepada saya ttg perceraiandan mengapa dia tidak pernah menulis surat kepadasaya. Dia menangis sampai dia tidak dapat menangislagi.. .. Akhirnya kami kembali ke rumah danbercerita dan tertawa ttg apa yg telah saya lakukanmengisi waktu. Akan tetapi, saya tetap tidak dapatmengatakn kepadanya bagaimana perasaan saya ygsesungguhnya kepadanya. Hari2 berikutnya. dia gembira dan melupakan semuamasalah dan perceraiannya. Saya jatuh cinta lagikepadanya. Ketika tiba saatnya dia kembali ke NewYork, saya menemuinya dan menangis. Saya bencimelihatnya harus pergi. Dia berjanji untuk menemuisaya setiap kali dia mendapat libur. Saya tak dapatmenunggu saat dia datang shg saya dpt bersamanya.Kami selalu bergembira ketika sedang bersama.
Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yg telahdijanjikan. Saya berpikir bahwa mungkin dia sibuk.Hari berganti bulan dan saya melupakannya. Suatu hari saya mendapat telepon dari New York.Pengacara mengatakan bahwa ia telah meninggal dalamsebuah kecelakaan mobil dalam perjalanan ke airport.Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadianini. Sekarang saya tahu... mengapa ia tidak munculhari itu. Saya menangis semalam-malaman. Air matakesedihan dan kepedihan; bertanya2 mengapa hal inibisa terjadi terhadap seseorang yg begitu baik spt dia?
Saya mengumpulkan barang2 saya dan pergi ke New Yorkutk pembacaan surat wasiatnya. Tentu saja semunyadiberikan kepada keluargnya dan mantan istrinya.Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinyalagi setelah saat terakhir kali saya bertemu padapesta pernikahan. Dia menceritakan bagaimana mantansuaminya. Tapi suaminya selalu tampak tidak bahagia. Apapun yang dia kerjakan.... tidak bisa membuatsuaminya bahagia seperti saat pesta pernikahanmereka. Ketika surat wasiat dibacakan, satu2nya ygdiberikan kepada saya adalah sebuah diary. Ituadalah diary kehidupannya. Saya menangis karena itudiberikan kepada saya. Saya tak dapat berpikir.mengapa ini diberikan pada saya?
Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California.Ketika di pesawat, saya teringat saat2 indah yg kamimiliki bersama. Saya mulai membaca diary itu. Diarydimulai ketika hari pertama kami berjumpa. Sayaterus membaca sampai akhirnya saya mulai menangis.Diary itu bercerita bahwa dia jatuh cinta kepadasaya di hari ketika saya patah hati. Tapi dia takut utk mengatakannya kepada saya. Itulahsebabnya mengapa dia bagaimana dia inginmengatakannya kepada saya berkali2, tetapi takut.Diary itu bercerita ketika di New York dan jatuhcinta dgn yg lain. Bagaimana dia begitu bahagiaketika bertemu dan berdansa dgn saya di haripernikahannya. Dia menulis bahwa ia membayangkankalau itu adalah pernikahan kami. Bagaimana diaselalu tidak bahagia sampai akhirnya harusmenceraikan istrinya. Saat2 terindah dalamkehidupannya adalah ketika membaca huruf demi hurufyg saya tulis kepadanya. Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan: "Hariini saya akan mengatakan kepadaanya kalau sayamencintainya" Itu adalah hari dimana diameninggal. Hari dimana pada akhirnya saya akanmengetahui apa yg sesungguhnya ada dlm hatinya. Dear friend ... Jika engkau mencintai seseorang,
"JANGAN PERNAH MENUNGGU HARI ESOK UNTUK MENGATAKAN KEPADANYA"

Tidak ada komentar: