Senin, 07 April 2008

Pilihan

Terkadang hidup memang harus memilih, dan ini yang terjadi terhadapku. Pertama mengenal dia, aku menemukan sebuah realita hidup yang begitu melekat di dirinya. Contoh seorang wanita yang mampu berdiri sendiri, meski tidak sepenuhnya...("Kata siapa?...")he...he.... seorang wanita yang mampu melunakkan hatiku seketika, menghangatkan perasaan aku yang dingin karena masa lalu, membuka mata hatiku akan dunia luar. Sebuah perasaan menggelayut di dada dan hatiku, ketika bertemu, mengenal lebih dirinya....Oh,Tuhan apa ni cinta. Perasaan yang sama kembali terjadi ketika aku di sukabumi dan dia di jakarta, kerinduan mulai menghenyakku, meminta ku untuk slalu bertemu dia..... Ah, akhirnya kuputuskan untuk menerima pekerjaan di jakarta, agar slalu bersama dia....Memang jalan itu yang aku tempuh, aku lakuin semua ini juga karena aku gak ingin jauh dari dia. Meski aku tahu bahwa dia seorang single parent, tapi aku tetap memilih dia...bukan karena apapun, tapi karena memang aku tulus menyayangi dia.Namun mau tidak mau, dengan status dirinya tetap bikin aku ketakutan. Ketakutan yang aku rasakan terjadi juga,ketika aku berbicara tentang dirinya pada keuarga besarku, semuanya hanya mengatakan satu hal " Cari Yang Lain".....hanya mamahku,ibuku yang bisa menerima kehadirannya...Thanks Mam.... Meski semua orang berbicara seperti itu, namun pilihan harus aku ambil... dan aku tetap memilih DIA.... Mudah2an dia mengerti perasaan aku.. i wanna be special one and only two (with abiel)

1 komentar:

d_prety_G mengatakan...

Hidup adalah pilihan.Jika kamu yakin karenanya maka jalani yg menjadi pilihanmu. Jangan sampai perasaan menyesal datang disepanjang hidup.Menjadi dewasa berarti menyadari untung rugi pilihan qt. tp kalau kalian punya rasa yg sama maka jalani saja. Salam ya.Ternyata kasus "calon suami" itu ya..Dasar