Minggu, 14 Desember 2008

Hujan dalam Duka

Dalam duka
kita berguru pada hujan
yang terus menyiram
arang hitam
dengan kesabaran
siang malam
kuncup-kuncup pun bermekaran
meneguhkan harapan-harapan

2 komentar:

d_prety_G mengatakan...

WOW...
kemajuan adit dalam menulis sungguh luar biasa.
lg banyak inspirasi ya dit. hehehhe...
pertahain aja ya

d_prety_G mengatakan...

Kehidupan selalu berjalan tanpa kita sadari ada tangan lain yang menyelamatkan kita dari kesengsaraan hati.
Arang dan kehidupan mendapatkan kesabaran dari hujan yang terus menyiram.


Adit....sibuk?